Inilah Saya
Nama
saya Syafiatul Ufiyah. Saya lahir di
Kota Rembang pada hari Sabtu tanggal 7 Juni 1997, sekarang saya berumur 21
tahun. Saya berjenis kelamin perempuan. Saya tinggal di sebuah pedesaan yang asri,
aman, nyaman dan, tenteram yang berada di Desa Tuyuhan Dukuh Muragan RT.01/ RW.01 Kecamatan
Pancur Kabupaten Rembang. Agama saya alhamdulillah Islam sejak lahir. Ayah saya
bernama Wakit bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan nama ibu saya Romlah
sebagai ibu rumah tangga. Saya anak ke dua dari tiga bersaudara. Anak ayah dan
ibu saya yang paling cantik sendiri adalah saya, karena saya anak perempuan
sendiri, saudara saya laki-laki semua. Saudara saya yang pertama bernama Abdul
Muis, sekarang berumur 26 tahun lebih tua 5 tahun dari saya, sekarang kakak
saya bekerja di sebuah perkapalan sebagai perwira. Adik saya yang kecil bernama
Muhammad Azis Fahmi, sekarang berumur 15 tahun lebih muda 6 tahun dari saya. Adik
saya bersekolah kelas 3 SMP di sekolah negeri yang ada di Kabupaten Rembang.
Kalau
saya dan saudara saya sedang berkumpul selalu membuat ramai seisi rumah dengan
candaan-candaan yang konyol, kadang juga saya dan kakak saya menggoda adik saya
yang kecil. Televisi di rumah saya baru satu, jadi kalau menonton televisi
harus berbagi bersama. Terkadang juga kalau lagi menonton televisi saya dan
adik saya selalu berebut remote tv, karena adik saya suka menonton film kartun
sedangkan saya tidak terlalu suka film kartun. Meskipun begitu tapi
menyenangkan sekali kalau lagi kumpul bersama seperti itu.
Saya
mulai masuk taman kanak-kanak umur 5 tahun di Taman Kanak-kanak Budi Utomo,
masa sekolah yang paling menyenangkan semasa saya menjadi seorang murid karena
wajah yang masih sangat polos dan usia yang masih dini menjadi seorang murid,
waktu TK saya senang sekali kalau sekolah ditungguin ibu sampai sekolahnya
selesai. Saya TK selama 2 tahun setelah itu berlanjut ke SD. Saya bersekolah di
SD Negeri Tuyuhan karena dekat dengan rumah saya, kalau saya ke sekolah
terkadang naik sepeda atau jalan kaki bersama teman-teman. Setelah saya lulus
dari SD Negeri Tuyuhan, saya melanjutkan di SMP Negeri 3 Lasem. Lokasinya
lumayan jauh dari rumah saya, sehingga saya ke sekolah naik sepeda atau diantar
oleh kakak, sekalian kakak saya berangkat ke sekolah juga. Di SMP saya mulai
mengenal lingkungan baru, teman baru, dan guru baru. Saat pembagian kelas VII saya masuk di kelas VII C, kelas ini lumayan asyik. Di kelas VIII saya masuk di kelas VIII B. Ini kelas yang luar biasa, begitupun juga teman-teman yang menyenangkan. Di
kelas IX saya masuk di kelas IX C. Anak-anaknya asyik banget, kompak, dan seru.
Banyak kenangan di kelas ini jadi kalau saya ceritakan pasti akan banyak sekali.
Saya sangat menikmati hari-hari saya selama jadi murid SMP.
Masa
SMP saya berakhir pada tahun 2012. Saya melanjutkan belajar saya di SMA Negeri
1 Lasem. Lokasi dari rumah saya lumayan jauh, kalau ke sekolah saya naik sepeda
motor. Saat pembagian kelas saya masuk di kelas X A, di kelas ini anak-anaknya
lumayan seru dan baik-baik. Pada saat kenaikan kelas XI ada penjurusan,
saya memilih jurusan IPA tetapi saya masuknya di IPS. Saya masuk di kelas XI
IPS 1, seminggu setelah saya masuk di kelas IPS
saya dipanggil guru BK disuruh untuk masuk di kelas IPA, tetapi saya
tidak mau karena saya sudah terlalu nyaman dengan kelas XI IPS 1 ini. Pada saat
kenaikan kelas XII kelasnya tidak diubah,
jadi saya dengan teman-teman kelas XI IPS 1 satu kelas lagi di kelas XII IPS 1. Di
kelas ini banyak sekali kenangan suka maupun duka yang membuat saya mengerti
arti persahabatan yang sesungguhnya. Setiap kehidupan yang saya lalui
memberikan pelajaran tersendiri untuk saya.
Tiga
tahun sudah masa putih abu-abu saya berakhir, perjalanan belajar saya untuk
menuntut ilmu masih panjang dan tidak berhenti sampai SMA saja. Alhamdulillah
kedua orang tua saya masih mampu membiayai saya sampai ke jenjang sarjana. Saya
saat ini menempuh gelar sarjana di perguruan tinggi swasta yang ada di Semarang
yaitu Universitas PGRI Semarang. Saya mengambil progam studi Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia. Di universitas PGRI Semarang saya masuk di kelas D,
awalnya saya masuk di kelas E tetapi ada pemerataan kelas, jadi saya masuk di
kelas D. Saya masih menikmati masa-masa jadi mahasiswa di bangku perkuliahan
ini. Saya bercita-cita sebagai dosen dan menjadi seorang editor. Saya berharap
bisa melanjutkan ke jenjang sarjana yang lebih tinggi lagi. Saat
saya mulai jenuh dengan tugas kuliah atau apapun itu saya selalu mengingat
kedua orang tua, dengan begitu saya bisa kembali bersemangat dalam menjalani kehidupan perkuliahan dan hari-hari saya.
Mengenai
kegemaran, hobi saya menyanyi, membaca, menulis, shopping, travelling, dan
berolahraga seperti lari dan bermain bulu tangkis. Makanan favorit saya nasi goreng buatan ibu, saya
juga suka bakso, mie ayam, sate taichan dan yang paling saya suka yaitu cokelat.
Entah itu ice cream rasa cokelat atau
roti isi cokelat atau apapun itu yang rasa cokelat saya suka semua. Minuman favorit
saya minuman yang tiap hari pasti saya meminumnya yaitu air mineral dan saya
juga suka jus jeruk dan jus avokad. Film favorit saya 99 Cahaya di Langit Eropa
Part 1,2,3 dan saya juga suka drama Korea yang berjudul City Hunter. Warna yang
paling saya suka ungu. Motto hidup saya Tidak Akan Menyerah Sebelum Mencoba.
Jika saya punya keinginan apapun itu saya harus mencobanya terlebih dahulu dan
tidak akan menyerah dahulu. Saya mempunyai media sosial twitter @_Ufiyah,
Instagram @_ufiyah, dan Facebook Ufiyah.
Masa
kecil saya sangat bahagia, karena disayangi, dididik dan dirawat baik oleh dua
malaikat tanpa sayap yang selalu ada buat saya di kala senang maupun susah. Dua
malaikat itu Ayah dan Ibu saya. Mereka merawat saya tanpa pamrih tanpa meminta
imbalan yang dilakukan mereka terhadap saya itu tulus dan ikhlas. Jika
berbicara mengenai orang tua sangatlah banyak kata yang ingin saya sampaikan.
Saya sangat bersyukur telah ditakdirkan oleh Allah SWT bahwa saya dilahirkan
oleh rahim dari seorang ibu yang sekarang menjadi ibu saya. Ibu terbaik di
dunia. Saya sangat menyayangi ayah dan ibu saya sebagaimana beliau menyayangi
saya. Saya bangga punya kedua orang tua seperti ayah dan ibu saya. Beliau
berdua sangat peduli terhadap masa depan anak-anaknya. Beliau berdua rela
membanting tulang dan bekerja keras demi pendidikan untuk anak-anaknya. Beliau
berdua semata-mata hanya ingin memberi kebahagiaan semaksimal mungkin untuk anak-anknya,
yang tak jarang sampai detik ini saya masih sering merepotkan dan belum bisa
membahagiakan beliau berdua. Sosok orang tua yang kuat, tangguh, dan
bertanggung jawab seperti itulah yang nantinya saya jadikan panutan dalam hidup
saya.
Saat
ini saya ingin sekali mengubah pola hidup saya yang mungkin bisa dikatakan
belum teratur dan masih seenaknya sendiri. Dalam hal belajar misalnya, saya
lebih sering mengulur waktu belajar saya hanya untuk hal yang menurut saya
sepele seperti berkelana di sosial media instagram terus chattingan yang sekiranya
tidak terlalu penting yang tidak membahas tentang perkuliahan dan itu semua
membuat saya semakin lama dan lama dalam belajar dan mengerjakan tugas.
Sehingga membuat waktu tidur saya tersita dan dampak buruknya waktu di kampus
saat dosen mengajar saya malah mengantuk dan materi yang disampaikan tidak bisa
saya terima dengan baik. Saya kadang merenung dan berpikir jika saya
terus-terusan seperti ini apakah saya bisa maju menjadi pribadi yang baik dan
sukses? Sedangkan kedua orang tua saya begitu ingin anaknya menjadi orang yang berguna dan bermanfaat serta berharap anaknya mempunyai kehidupan yang
lebih baik darinya. Menghilangkan kebiasaan seperti itu tidaklah
mudah dan butuh proses. Namun, jika diniati dengan sungguh-sungguh pasti juga bisa menghilangkan
kebiasaan buruk seperti itu. Yang terpenting niat dan yakin.
Mencapai
cita-cita dalam hidup tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Penuh dengan
perjuangan dan tekad yang kuat. Banyak
rintangan yang harus dilewati dan godaan-godaan yang harus dilawan. Hanya
orang-orang yang kuat dan tangguh yang bisa bertahan sampai akhir. “Konsisten
dan Disiplin kejar target jadi kunci sukses” kalimat itulah yang selalu saya
ingat dan jadi motivasi saya sendiri. Menurut saya memang benar orang yang
konsisten bisa membawa seseorang itu ke sebuah kesuksesan karena konsistensi
adalah kunci bagi setiap orang yang ingin menggapai prestasi tertinggi dan
disiplin membuat orang menjadi pribadi yang teratur dan tepat waktu. Di situlah
kesuksesan mengiringi jalan orang-orang yang mempunyai pribadi konsisten dan
disiplin. Sekarang saya tidaklah ABG atau anak baru gede lagi dan sudah saatnya
tidak bermain-main lagi, sehingga harus fokus dalam tujuan yang ingin dicapai
dan diraih. Saya selalu menganggap diri saya itu sudah tua dengan begitu saya
selalu berpikir apa sih yang bisa saya berikan dan banggakan terhadap diri saya
sendiri, kepada kedua orang tua dan orang di sekitar saya dan jika saya
beranggapan saya masih muda saya selalu berpikirnya itu, nantilah masih ada
waktu dan pekerjaan itu bisa dikerjakan nanti mending saya main-main dulu,
selalu begitu menunda-nunda tanggung jawab. Jika semangat saya goyah sedikit
saja tujuan saya bisa saja akan hilang dan musnah. Begitulah perjuangan hidup,
semakin banyak umur, semakin dewasa, semakin banyak pula beban dan tanggung
jawab yang harus dipikul dan dipertanggungjawabkan.
Sekian
dari saya, ini yang bisa saya sampaikan tentang diri saya.
Terima kasih.

Komentar
Posting Komentar